Breaking News

You are browsing with label: Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Bill Gates, pendiri Bill & Melinda Gates Foundation memberikan apresiasi terhadap program pengabdian masyarakat Universitas Gadjah Mada saat berkunjung pada Sabtu (5/4). Dalam kunjungan selama 1,5 jam ke Fakultas Kedokteran UGM, Bill Gates bertemu dengan Rektor UGM, Prof. Dr. Pratikno M.Soc.Sc, beserta para wakil rektor dan pimpinan Fakultas Kedokteran UGM.

Pratikno menyambut gembira kunjungan Bill Gates ke UGM. Mengenal Bill Gates sebagai tokoh yang sangat besar perhatiannya dalam pengabdian masyarakat, Pratikno menjelaskan bahwa UGM adalah university of the people. "Dahulu UGM dibentuk oleh masyarakat Indonesia untuk rakyat Indonesia. Saat ini salah satu program unggulan yang dimiliki UGM adalah pengabdian dan pemberdayaan masyarakat UGM melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN)," tuturnya.

Pratikno menyampaikan bahwa KKN UGM diawali dengan pengiriman guru bantu ke daerah yang membutuhkan. "Saat ini KKN dilakukan secara multidisiplin dan bertujuan untuk memecahkan berbagai masalah bangsa seperti kesehatan, kebencanaan, energi terbarukan, dan lain-lain," ‎tambahnya.

Bill Gates sangat mengapresiasi pengabdian dan pemberdayaan masyarakat UGM. "Program UGM ini sangat menarik karena sifatnya yang multidisiplin dan diperkuat oleh sumber daya pengetahuan indegeneous," ungkapnya.

Selain itu, Bill Gates juga menyatakan ketertarikannya untuk mengenal UGM lebih dekat dan menjalin kerjasama. ‎"Saya akan berkunjung kembali ke kampus UGM dalam waktu yang lebih lama agar dapat bertemu dengan mahasiswa UGM," tandasnya.

Salah satu tujuan kunjungan Bill Gates ke UGM adalah melihat penelitian Dengue yang dikembangkan oleh Eliminate Dengue Project-Yogyakarta. Eliminate Dengue Project adalah riset yang dipimpin oleh Fakultas Kedokteran UGM dan didanai sepenuhnya oleh Yayasan Tahija, Indonesia. 

Bill Gates tertarik melihat perkembangan penelitian ini di Indonesia karena Foundation for the National Institutes of Health melalui Grand Challenges in Global Health dari Bill & Melinda Gates Foundation mendukung Eliminate Dengue Program-Global yang dilaksanakan di negara-negara lain, yaitu Australia, Vietnam, Brazil, Colombia, China dan Singapore, dengan peneliti utama dari Faculty of Science, Monash University.
Video pertemuan Rektor UGM dan Bill Gates dapat disimak di sini. (Humas UGM)

http://ugm.ac.id/id/berita/8865-bill.gates.apresiasi.pengabdian.masyarakat.ugm

Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang lebih familiar dengan BJ Habibie mengatakan tidak ada jalan lain agar orang-orang mudah berpindah tempat di benua maritim seperti Indonesia, selain menggunakan pesawat terbang. Oleh karenanya, ia menyambut positif kehadiran NAM Air, yang rencananya mayoritas akan menggunakan pesawat buatan dalam negeri. Artinya, kehadiran maskapai anak Sriwijaya Airlines tersebut turut mendorong industri pesawat terbang di Indonesia. 

"Insya Allah R-80 tahun 2016 atau 2017 akan mengudara dan dunia akan surprise," ungkap Habibie dengan bangga penuh haru dalam Grand Launching NAM Air, di Jakarta Teater, pada Kamis malam (27/9/2013). 

Sekadar informasi, R-80 adalah pesawat terbang produksi PT Regio Aviasi Industri (RAI), tempat BJ Habibie duduk sebagai komisaris. 

Dalam peluncuran tersebut ditandatangani perjanjian kerja sama (MoU) antara Presiden Direktur NAM Air Jefferson Jauwena dengan BJ Habibie, berkaitan dengan pengadaan 100 unit pesawat R-80, terdiri dari 50 unit firm, dan 50 unit pesawat pilihan. 

Pesawat R-80 merupakan pengembangan dari pesawat N250 yang dibuat BJ Habibie. Pesawat N250 merupakan pesawat yang dikendalikan secara elektronik atau dikenal dengan istilah fly by wire kedua, setelah pesawat keluaran Airbus yakni A-300. 

"Pesawat terbang yang pernah dibuat menusia yang dikendalikan secara elektronik yang dikenal dengan fly by wire pertama kali adalah Airbus di Hamburg di mana saya kerja dulu. Di situ, saya pernah menjadi direktur dan executive vice president," kata mantan Presiden RI ketiga itu. 

"Fly by wire pertama A-300, fly by wire kedua N250, dan ketiga triple seven (B-777). Dalam skala regional, N250 merupakan fly by wire pertama," jelasnya. 

Bahkan, saking semangatnya, Habibie yang kini menginjak usia 77 tahun mengaku memimpin sendiri diskusi desain engineering, financing, sampai sheduling dari R-80 selama dua hingga lima jam sebelum datang ke acara peluncuran. 

"Biar on schedule dan the best, jadi saya harus tahu," tuturnya. 

Industri strategis dibubarkan 

Jauh sebelum R-80, Indonesia pernah hampir memiliki industri pesawat terbang sebagai industri strategis yang kuat, tetapi kandas. Habibie mengatakan, ide membuat pesawat terbang bukan idenya, bukan juga ide Soeharto. Akan tetapi, ide bangsa Indonesia, sesaat setelah mendeklarasikan kemerdekaan. 

Jika ditanya siapa yang pertama kali memiliki inisiatif membuat pesawat terbang, menurut Habibie, jawabannya adalah Angkatan Udara RI (AURI). "Jadi kalau ada suatu bangsa di mana saja dia berada yang mengerti pentingnya teknologi itu, maka itu adalah angkatan bersenjata, angkatan udara, angkatan darat, dan angkatan laut. Oleh karena itu yang mengembangkan teknologi itu adalah mereka dan khususnya AU terus mendorong untuk membuat pesawat terbang," aku Habibie. 

Pada Januari 1950, Presiden Soekarno memutuskan mengirim putra-putri terbaik untuk belajar di luar negeri dalam pilihan bidang pembuatan kapal terbang penumpang atau pembuatan kapal laut untuk mengangkut barang-barang. 

Waktu itu Habibie baru menginjak kelas tiga SMP. Ia pun menjadi pelajar Indonesia gelombang empat yang belajar di bidang pesawat terbang pada 1954. Habibie berhasil menyelesaikan strata 1 pada usia 22 tahun dan strata dua pada usia 24 tahun. 

"S-3 konstruksi pesawat terbang 28 tahun di Jerman. Di tempatnya Teodhore Von Karman, guru besar yang pertama dalam konstruksi pesawat terbang, yang mendirikan NASA. Saya asisten di situ, dan bisa dibaca di Google," kisah dia. 

Lepas menyelesaikan pendidikan, Habibie bekerja untuk sebuah perusahaan di Hamburg, di mana ia pernah menjadi direktur dan executive vice president. "Di situ lahir Airbus, yang sekarang membuat A-380 di situ. Waktu saya mulai ke situ 3.000 (karyawan), waktu saya tinggalkan 4.500, sekarang 16.000. Saudara-saudara, waktu 'nanjak' begini saya tiba-tiba disuruh pulang untuk membangun industri pesawat terbang jadi industri strategis," kenang Habibie. 

"Dan saya ditugaskan membangun industri strategis. Tidak banyak yang tahu waktu saya jadi wakil presiden terpilih, saya harus meletakkan jabatan-jabatan yang saya miliki, dan industri stategis yang saya pimpin itu memiliki 48.000 karyawan dan turnover 10 miliar dollar AS," lanjut dia. 

Seusai pemilu, Habibie mengatakan bersedia melanjutkan kepemimpinan Indonesia, jika pertanggungjawabannya diakui. Jika tidak, lanjutnya, ia memberikan posisi kepresidenan kepada orang lain. "Belum lagi saya bicara tuntas, saya tidak diterima. Tapi tidak mengapa," tuturnya. 

"Saya sampaikan kepada yang ganti, perhatikan dua hal. Satu, jangan lemahkan TNI karena itu adalah tulang punggung perjuangan bangsa Indonesia. Dua, jangan korek-korek industri strategis karena industri strategis adalah keinginan seluruh bangsa Indonesia sejak kemerdekaan. Putra putra terbaik yang memberikan apa saja yang dia miliki," tuturnya. 

Namun, tiba-tiba industri strategis tersebut dibubarkan. "Saya sampai bilang ke Ibu Ainun 'Is that the price I have to pay to get my freedom? Kita akan kembali dan bangkit melaksanakan perjuangan yang sementara terhenti'," kenangnya. 

Kini, di hadapan direksi NAM Air, direksi Sriwijaya Air, dan Kementerian Perhubungan, Habibie mengatakan memanjatkan doa, dan bersyukur karena ada yang meneruskan perjuangan membangun industri strategis. 

"Saya ini orang tua, usia saya 77 tahun tapi semangat saya sama seperti waktu saya umur 17 tahun. Dan semangat ini saya temukan kembali pada yang hadir di sini anak-anak intelektual saya, cucu-cucu intelektual saya. Saya yang mewakili generasi yang fading out, melihat ini semua saya bersyukur," ucap Habibie.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/09/27/0740216/Habibie.Pesawat.R-80.Akan.Buat.Surprise.Dunia

Di Jepang, pejalan kaki, sepeda gayung, sepeda motor serta mobil dan lainnya memiliki peraturan sendiri-sendiri yang telah ditetapkan pemerintah. Rata-rata warga Jepang kebanyakan memilih berjalan kaki untuk menuju MRT dari satu tempat ke tempat yang lain. jadi, jangan heran jika banyak pejalan kaki di Jepang. Walaupun kelihatannya sepele dan mudah, Dilansir dari sebuah akun kaskuser bernama kannond, berjalan kaki pun dapat dianggap “kasar” oleh warga Jepang. Berikut adalah hal-hal “sepele” di Indonesia yang dianggap “kasar” di Jepang saat seseorang berjalan kaki: 

1. Merokok 

Hal yang paling dianggap “kasar” bagi pejalan kaki di jepang adalah berjalan sambil merokok. Di Indonesia, hal ini dianggap biasa, bahkan pengendara motor/mobil pun membawa kendaraannnya sambil merokok. Lalu apa alasan Jepang melarang pejalan kakinya merokok? Alasannya sangat praktis. Penduduk Jepang merupakan masyarakat perkotaan, jika Anda berjalan kaki sambil merokok maka secara tidak langsung Anda akan menghembuskan asap rokok tepat di wajah seseorang yg sedang berjalan, dan juga dapat membakar kulit seseorang saat rokok berada di tangan Anda saat berjalan. Sangat banyak pejalan kaki di Jepang. Jadi, hal itu kemungkinan besar akan terjadi. Untuk mengatasi hal tersebut, terdapat area-area untuk perokok di Jepang. 

2. Makan dan Minum 

Berjalan kaki sambil makan dan minum juga dianggap kasar di Jepang. Anda akan dianggap rendah jika melakukan hal ini. Di Jepang banyak terdapat vending mechine, jika kalian membeli minuman dari sana, kalian harus meminumnya disamping mesin tersebut, tidak dengan sambil berjalan. 

3. Berbicara 

Sepertinya hal ini sangat sulit dilakukan di Indonesia. Orang Jepang terbiasa tidak berbicara/mengobrol saat mereka berjalan. Menyapa hanya dilakukan dengan menunduk ataupun tersenyum saja. Berbeda dengan orang Indonesia, yang harus cipika cipiki saat bertemu di jalan dan mengobrol panjang lebar. Menelepon saat berjalan juga dianggap kasar di Jepang. Jika kalian ingin menelepon/menerima telpon saat berjalan, silahkan minggir dan carilah tempat yang sedikit memojok. Begitu pula dengan mengetik sms saat berjalan. Hanya negara maju yang mampu menerapkan kebiasaan ber ETIKA, yang seperti di Negara Jepang, di negara Jepang mulai dari Cara NAIK BIS sampai MENYEBRANG mereka benar – benar ber ETIKA… Sedikit cerita (pengalaman), ada sekelompok Orang “INDONESIA” yang Nge-RUMPI di dalam BIS, langsung di Tegur Keras sama WARGA sekitar yang di dalam BIS… dan kalau ke Perumahan ELIT di Jepang suka ada Barang Bekas yang tergeletak,, biasanya sih banyak yang iseng “AMBIL” buat di taruh di APATO *di indonesia RUSUN / APARTEMENT MURAH MERIAH mungkin di INDONESIA harus dan Perlu di AJARKAN ATTITUDE yang LEBIH daripada PELAJARAN TULISAN 

Read more at: http://www.ruanghati.com/2014/02/26/wajib-baca-pejalan-kaki-yang-dianggap-kasar-di-jepang/

Seorang pemuda asal China harus dilarikan ke rumah sakit setelah minum beberapa gelas darah babi hidup. Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat 19 parasit cacing pita di otaknya, yang berpotensi mematikan.

Minum terlalu banyak darah babi hidup benar-benar berakibat buruk pada seorang pria asal Guangxi, China. Pada 18 Februari lalu, pria muda yang tidak disebutkan namanya tersebut dilarikan ke rumah sakit dengan keluhan lemas, pusing, dan kehilangan penglihatan, seperti dikutip detikHealth dari Guiyang Evening News, Kamis (27/2/2014).

Staf medis melakukan CT scan dan menemukan ada 19 parasit di dalam otaknya. Pelakunya dikenal dengan Taenia solium, sejenis cacing pita yang dapat menginfeksi manusia yang menelan daging atau darah babi yang tidak dimasak dengan baik.

Cacing pita ini dapat ditemukan dalam darah dan daging babi. Jika dikonsumsi oleh manusia, larva cacing dapat memasuki aliran darah dan masuk ke otak.

Kabar baiknya, kondisi yang disebut neurocysticercosis ini mudah diobati dengan obat-obatan jika terdeteksi pada tahap awal. Namun, jika tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan otak dan saraf yang parah, hingga menyebabkan komplikasi seperti epilepsi dan kebutaan. Kondisi ini bahkan bisa berakibat fatal dalam kasus yang ekstrem.

Sayangnya, kasus pada anak muda ini sedikit parah dan tidak jelas apakah ia bisa sembuh sepenuhnya. Penyebab infeksinya adalah kesukaan pria tersebut minum darah dari babi hidup, yang kemudian dibuat menjadi sup manis. Dengan adanya kasus ini, dokter pun mengingatkan agar orang-orang tidak makan daging babi mentah dan tidak minum darah babi hidup.

sumber : http://health.detik.com/read/2014/02/27/170115/2510542/763/gara-gara-minum-darah-babi-otak-seorang-pemuda-jadi-sarang-cacing-pita?991104topnews

Serangan monyet ekor panjang  (macaca fascicularis) di Gunungkidul makin ganas. Ketersediaan pangan di tempat tinggalnya yang menipis membuat hewan tersebut mencari di lahan warga.

Awalnya koloni monyet ekor panjang di Gunungkidul terkonsentrasi di Hutan Namberan, Paliyan, Gunungkidul. Namun setelah ada penggundulan hutan dan diusir oleh masyarakat, koloni monyet tersebut menjadi terpisah.
Kelompok-kelompok kecil tersebut kemudian menjadi koloni-koloni sendiri dan menyebar ke seluruh wilayah Gunungkidul.

Tercatat saat ini ada tiga koloni besar monyet ekor panjang di Gunungkidul yaitu di Sumurup, Paliyan dan Siung.
Pegiat Ekosistem Karst Gunungkidul Edi Dwi Atmaja mengatakan serangan monyet ekor panjang di Gunungkidul dinilai sudah tidak wajar. Pasalnya monyet sejatinya lebih memilih untuk menjauh dari manusia.

Dia menuturkan hewan yang menyerang biasanya merupakan monyet yang stres. Pada kenyataannya tidak semua ladang pertanian diserang monyet.
Adapun penyebab stres antara lain terusirnya monyet dari koloninya. Selain itu, pengalaman pernah diusir atau mendapat perlakuan kasar dari manusia juga bisa menyebabkan monyet trauma dan stres.

“Rusaknya habitat juga menyebabkan mereka stres. Pada dasarnya koloni monyet memiliki seekor pejantan utama yang bisa menentukan jumlah di dalam koloninya. Mereka mempertimbangkan banyaknya persediaan makanan dengan jumlah koloni sehingga bila anggota berlebih akan ada pengusiran,” papar dia, akhir pekan lalu.

Selain itu, ketika pejantan muda mencoba menantang pejantan utama dan kalah, otomatis pejantan muda itu akan terusir dari koloni. Pejantan yang terusir biasanya membawa serta anggota koloni dan membentuk koloni sendiri.

“Di Gunungkidul ini ada tiga koloni besar monyet yakni di Sumurup, Paliyan dan Siung. Tapi muncul juga di Nglanggeran dengan karakter merusak. Mengenai jumlah seluruh monyet belum ada penghitungan hingga saat  ini,” papar dia.

sumber : http://www.harianjogja.com/baca/2014/01/27/serangan-hewan-tiga-kerajaan-monyet-invasi-gunungkidul-485044

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil lebih memilih menggunakan mobil listrik buatan asli Indonesia. Ridwan mendukung program mobil listrik buatan anak negeri sebagai solusi menambah armada transportasi di wilayah Bandung.

"Kota Bandung mendukung program mobil listrik, dan tertarik untuk mengoperasikan bus listrik." kata Ridwan Kamil saat dimintai pendapatnya tentang mobil dan bus listrik di Bandung.

Ia menyebutkan, untuk jalur-jalur datar, angkutan massal berbasis mesin listrik tersebut sangat memungkinan dioperasikan dan lebih ramah lingkungan.

Wali Kota menyebutkan, Dasep Ahmadi telah memproduksi bus listrik dengan kapasitas 21 tempat duduk. Bus tersebut sudah diuji coba di lima kota di Indonesia.

"Kami sudah mencoba bus listrik, memang perlu penyempurnaan, namun semangatnya cukup bagus dan bisa diimplementasikan di dalam kota. Bila regulasi dari pemerintah terkait mobil listrik sudah ada maka kami akan memesan dan membelinya untuk dioperikan," kata Ridwan Kamil.

Ia mengakui regulasi tentang operasional mobil listrik masih dalam pembahasan. Namun ia yakin angkutan massal listrik merupakan kebutuhan masa depan Kota Kembang.

"Saat ini memang belum bisa menyebutkan kapasitas bus itu, nggak bisa disebut cc karena dari listrik. Itu tidak jadi soal yang jelas mobil listrik harus bisa direalisasikan, Kota Bandung akan memfasilitasi infrastrukturnya," katanya.

Ridwan Kamil menyebutkan, Kota Bandung membutuhkan seratusan lebih bus untuk memenuhi kebutuhan angkutan massal di Kota Bandung, sekaligus mengatasi masalah transportasi.

Sementara itu inovator mobil listrik Dasep Ahmadi menyebutkan, pihaknya siap memproduksi bus listrik secara massal. Namun demikian ia menyebutkan masih menunggu regulasi dari pemerintah terkait operasional dan spesifikasi lain jalan mobil listrik itu.

Dasep Ahmadi menyebutkan, bus listrik berkapasitas 21 tempat duduk itu bisa melaju dengan kecepatan hingga 150 kilometer per jam, sedangkan di dalam kota 50 kilometer per jam.

"Karena regulasinya belum ada bus itu belum bisa diproduksi massal karena belum bisa beroperasi di jalan raya atau tol, kecuali untuk bus prototipe untuk pengembangan produk," kata Dasep Ahmadi.[republika]

sumber : http://www.islamedia.web.id/2013/12/walikota-bandung-pilih-bus-listrik.html

Tidak bisa dipungkiri, bagi sebagian orang kegiatan mengupil adalah kegiatan yang mengasikkan. Benar tidak? Biasanya orang mulai melakukan aktivitas mengupilnya saat sedang santai, bengong atau mengisi waktu senggang. Mengupil adalah kegiatan yang positif karena membantu membersihkan hidung dari kotoran atau benda asing yang masuk dengan menggunakan jari. Meskipun kegiatan yang umum, tapi bagi budaya tertentu cenderung tabu karena bisa menimbulkan perasaan jijik dan geli.

Anda sering ngupil? Ternyata sering ngupil itu sangat berbahaya. Ya emang tidak bisa di pungkiri lagi, bagi sebagian orang kegiatan mengupil merupakan suatu kegiatan yang mengasikkan. Paling tidak semua orang pernah mengupil, anak kecil saja suka banget ngupil.

Berdasarkan survei peneliti dari Wisconsin, rata-rata mengupil dilakukan 4 kali sehari. Mengupil bisa menjadi aktivitas yang berguna sekaligus aktivitas yang tergolong jorok bagi sebagian orang. Dengan mengupil, seseorang dapat membersihkan hidung dari kotoran. Kotoran yang ada didalam hidung (upil) berasal lendir yang mengering. Membran mukosa yang berada di rongga hidung lah yang menghasilkan lendir tersebut. Lendir itu gunanya untuk menghilangkan debu dan benda-benda asing lainnya yang masuk ke hidung. Nah, dari lendir yang mengering ini lah yang menimbulkan rasa gatal dan menyebabkan orang terpancing keinginannya untuk mengupil. Walaupun kegiatan yang mengasikkan dan sebetulnya juga dapat membantu membersihkan rongga hidung, tapi mengupil juga dapat membahayakan kesehatan dan rongga hidung.

Baya Akibat Keseringan Mengupil:
  •     Lapisan dalam rongga hidung luka
Sebelum mengupil, ingat untuk mencuci tangan sebelum dan sesudahnya, jangan lupa memotong kuku agar rongga hidung tidak lecet.
  •     Pendarahan di rongga hidung
Hal ini terjadi agar pelumas alami yang dibutuhkan rongga hidung  tidak kering dan habis. Namun, jika seseorang jarang mengupil, lendir yang ada pada rongga hidung itu bercampur dengan kotoran dan akan mengeras yang lama-kelamaan dapat menghambat pernapasan.
  •     Infeksi
Dengan kondisi tangan yang kotor, kemudian mengupil dapat membuat virus flu lebih mudah masuk ke hidung dan lebih mudah menyebar ke bagian tubuh yang lain.
  •     Rontoknya rambut hidung
 Rambut yang berada pada rongga hidung tersebut gunanya untuk menyaring debu. Tanpa rambut hidung, semua jenis penyakit yang tersebar melalui udara dapat masuk dengan leluasa ke dalam tubuh.
  •     Meninggal dunia
Percaya atau tidak, memang terlihat ekstrim, “masa hanya dengan mengupil, seseorang bisa meninggal dunia?”. Tapi inilah faktanya. Hal ini bisa saja terjadi jika memaksa dan berusaha mengeluarkan upil yang besar dan keras. Di dalam rongga hidung terdapat tulang ethmoid yaitu tulang yang memisahkan hidung dengan otak. Nah, jika saat seseorang mengupil dan tidak sengaja menusuk tulang itu maka cairan di otak bisa bocor. Bocornya cairan tersebut akan menyebabkan meningitis (radang selaput pelindung sistem saraf pusat –otak).


Redaktur: Sarah Attar
Sumber: iniunik.com

sumber : http://www.fimadani.com/inilah-5-bahaya-akibat-keseringan-mengupil/

Annisa Puteri Raka, SMAN 6 Yogyakarta gundah melihat saudara dan tetangganya yang kerap kehilangan sepatu. Annisa pun membuat sepatu anti maling alias santiling.

"Dekat rumah saya banyak terjadi pencurian di masjid dan di perumahaan. Padahal rumah ada pagar, satpam juga ada. Tapi tetap saja banyak pencurian. Nggak cuma yang bermerek, yang biasa juga dicuri. Akhirnya saya menciptakan santiling," ujar Annisa kepada detikcom, Sabtu (30/11/2013).

Annisa termasuk finalis National Young Inventors Award (NYIA) yang digelar LIPI 14-15 November 2013 lalu.

Annisa membuat santiling dalam dua versi. Versi reedswitch dan miniswitch. Cara kerja reedswitch yakni berdasarkan jarak antara sepatu.

"Pengguna akan meninggalkan sepatunya lalu di-on-kan reedswitch-nya. Lalu ketika sepatu pengguna berada pada jarak dengan ketentuan sekitar 5 cm maka akan bunyi," kata siswi kelas XII ini.

Sedangkan cara kerja miniswitch yakni berdasarkan tekanan lantai. Jadi pengguna akan meninggalkan sepatunya setelah di-on-kan miniswitchnya. Lalu ketika sepatunya diangkat dan tidak ada tekanan dari lantai atau diangkat, sepatu akan bunyi.

Annisa membuat santiling ini selama sebulan. Dia mengeluarkan total Rp 70 ribu untuk membuat itu. Bahan santiling antara lain reed switch, magnet, batere 1,5 volt 3 buah, travo, dan buzer (alarm).

Lalu apakah bisa dijual? Sayangnya, Annisa tidak akan menjualnya.

"Saya masih akan mengembangkan alat itu lagi. Dibikin kayak kunci koper agar hanya pengguna yang tahu kunci itu," ucap siswi yang berencana kuliah di UGM jurusan perencanaan wilayah kota ini kelak.

sumber : http://news.detik.com/read/2013/11/30/162822/2428626/10/sepatu-anti-maling-saat-jumatan?991101mainnews